Langsung ke konten utama
StellaMaris Indonesia
← Semua BeritaDiskusi Nasional SMB 2026

Diskusi Nasional 2026 Stella Maris Batam: WKRI Soroti Kehidupan Keluarga Pelaut

Jakarta – Persoalan pekerja sektor maritim tidak hanya berdampak pada para pelaut dan awak kapal perikanan (AKP), tetapi juga dirasakan secara langsung oleh keluarga yang ditinggalkan di rumah. Perspektif tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Erna Sulistiyawati, dalam Forum Diskusi Nasional Stella Maris Batam bertajuk “Isu Pekerja Sektor Maritim: Tantangan dan Solusi” yang diselenggarakan di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Dalam sesi diskusi, Erna mengingatkan bahwa pembahasan perlindungan pekerja maritim perlu melihat kondisi keluarga pelaut secara lebih utuh. Menurutnya, berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dialami pelaut sering kali berimbas langsung pada kondisi ekonomi dan sosial keluarga di rumah.

Ia menyoroti kenyataan yang masih banyak ditemui di lapangan, yakni keluarga pelaut yang justru terjebak dalam kesulitan ekonomi meskipun anggota keluarganya bekerja di sektor maritim.

“Banyak keluarga yang pada bulan pertama sudah harus berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Erna.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa masih terdapat persoalan mendasar dalam tata kelola kesejahteraan pekerja maritim. Harapan keluarga untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dari pekerjaan di laut sering kali tidak sejalan dengan realitas yang dihadapi.

Erna juga menyoroti situasi ketika seorang pelaut kembali ke rumah setelah menyelesaikan masa kontrak kerja, namun berbagai kewajiban ekonomi keluarga belum sepenuhnya terselesaikan.

“Tidak sedikit suami yang pulang dari bekerja di kapal, tetapi utang keluarga masih belum lunas,” katanya.

Menurut Erna, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa isu pekerja maritim tidak hanya berkaitan dengan kontrak kerja, perlindungan hukum, atau keselamatan kerja di atas kapal, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi keluarga dan kualitas hidup para anggota keluarga yang ditinggalkan.

Karena itu, ia menilai pendekatan perlindungan pekerja maritim perlu dilengkapi dengan perhatian terhadap keluarga pelaut, termasuk penguatan literasi keuangan, pendampingan keluarga, dan pembangunan sistem dukungan sosial yang memadai.

Forum Diskusi Nasional Stella Maris Batam sendiri diselenggarakan sebagai ruang dialog lintas pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah kolaboratif dalam memperkuat perlindungan pekerja sektor maritim Indonesia, khususnya pasca-ratifikasi Konvensi ILO 188 melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026.

Artikel Terkait

💬 Komentar (0)

Masuk atau daftar untuk ikut berkomentar.