Kardinal Silvano Maria Tomasi, Pejuang Migran dan Pembela Martabat Pelaut di Tingkat Global

Kardinal Silvano Maria Tomasi, C.S., dikenal sebagai salah satu tokoh Gereja Katolik yang paling berpengaruh dalam isu migrasi, pengungsi, dan perlindungan pekerja migran di dunia internasional. Selama puluhan tahun, ia menjadi suara moral Gereja dalam memperjuangkan hak-hak kelompok rentan, termasuk para migran, pengungsi, awak kapal, dan pekerja sektor maritim. (Vatican Press)
Lahir di Casoni di Mussolente, Italia, pada 12 Oktober 1940, Silvano Tomasi bergabung dengan Kongregasi Misionaris Santo Carolus atau Scalabrinian (C.S.), sebuah tarekat yang memang memiliki perhatian khusus terhadap pelayanan migran dan diaspora. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1965. Setelah itu, ia melanjutkan studi sosiologi di Fordham University dan meraih gelar doktor dalam bidang sosiologi migrasi. (Vatican Press)
Pelopor Studi dan Pelayanan Migran
Sebelum menjadi diplomat Vatikan, Tomasi dikenal sebagai akademisi dan peneliti migrasi internasional. Ia ikut mendirikan Center for Migration Studies serta mendirikan jurnal akademik International Migration Review, yang hingga kini menjadi salah satu jurnal migrasi paling berpengaruh di dunia. (The College of Cardinals Report)
Pada periode 1983–1987, ia dipercaya memimpin Office for the Pastoral Care of Migrants and Refugees milik Konferensi Waligereja Amerika Serikat. Dalam posisi ini, Tomasi banyak terlibat dalam pendampingan migran dan pengungsi yang menghadapi persoalan diskriminasi, kemiskinan, dan keterpisahan keluarga akibat migrasi. (Vatican Press)
Keahliannya di bidang migrasi kemudian membawanya ke Vatikan. Pada tahun 1989, Paus Yohanes Paulus II menunjuknya sebagai Sekretaris Pontifical Council for the Pastoral Care of Migrants and Itinerant People, lembaga Vatikan yang menangani pelayanan pastoral bagi migran, pengungsi, pelaut, pekerja itineran, dan komunitas mobile lainnya. (Vatican Press)
Perhatian Besar terhadap Pelaut dan Awak Kapal
Dalam tugasnya di Vatikan, Kardinal Tomasi memiliki perhatian khusus terhadap pelayanan bagi pelaut dan awak kapal melalui karya Stella Maris atau Apostleship of the Sea. Ia melihat para pelaut sebagai kelompok pekerja yang sering “tidak terlihat” namun memegang peran vital dalam perdagangan dan kehidupan global. (Human Development)
Melalui keterlibatannya dalam Pontifical Council for the Pastoral Care of Migrants and Itinerant People, ia aktif mendorong penguatan pelayanan pastoral dan kemanusiaan bagi para pekerja laut. Ia menekankan pentingnya perlindungan hak-hak pelaut, kesejahteraan awak kapal, akses pastoral di pelabuhan, serta perhatian terhadap kondisi kerja yang manusiawi di sektor maritim. (Human Development)
Kardinal Tomasi juga dikenal mendukung pengembangan jaringan global Stella Maris di berbagai negara agar pelayanan terhadap pelaut tidak hanya bersifat rohani, tetapi juga mencakup advokasi kemanusiaan dan perlindungan sosial. Dalam berbagai forum internasional, ia mengingatkan bahwa pekerja migran dan pelaut tidak boleh diperlakukan hanya sebagai instrumen ekonomi, melainkan pribadi manusia yang memiliki martabat dan hak-hak dasar. (International Organization for Migration)
Diplomat Vatikan dan Suara Moral di PBB
Pada tahun 2003, Tomasi diangkat menjadi Pengamat Permanen Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa. Dalam jabatan tersebut, ia aktif berbicara mengenai hak asasi manusia, perdagangan manusia, perlindungan pekerja migran, hak anak, perdamaian, dan isu kemanusiaan global lainnya. (Vatican Press)
Ia juga dikenal sebagai salah satu diplomat Vatikan yang vokal menyoroti dampak globalisasi terhadap kaum miskin dan pekerja rentan. Dalam berbagai pidato di forum internasional, Tomasi menyerukan agar negara-negara dan lembaga internasional menempatkan martabat manusia sebagai pusat kebijakan migrasi dan ketenagakerjaan. (International Organization for Migration)
Diangkat Menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus
Sebagai pengakuan atas dedikasi panjangnya terhadap pelayanan Gereja dan isu kemanusiaan global, Paus Fransiskus mengangkat Silvano Maria Tomasi menjadi kardinal pada 28 November 2020. (Vatican Press)
Pengangkatan tersebut dipandang banyak pihak sebagai bentuk penghargaan Gereja terhadap perjuangan panjang Tomasi dalam membela migran, pengungsi, dan kelompok-kelompok pekerja rentan di dunia internasional.
Warisan Pemikiran dan Pelayanan
Kardinal Silvano Tomasi meninggalkan warisan penting dalam pendekatan Gereja terhadap migrasi dan dunia maritim. Baginya, migrasi bukan sekadar persoalan ekonomi atau keamanan, tetapi persoalan kemanusiaan dan martabat manusia. Demikian pula pelayanan kepada pelaut bukan hanya pelayanan pastoral biasa, tetapi bentuk nyata kehadiran Gereja bagi mereka yang hidup jauh dari keluarga dan menghadapi kerasnya kehidupan laut.
Pemikirannya terus menjadi inspirasi bagi berbagai organisasi pelayanan migran dan pelaut di dunia, termasuk karya-karya Stella Maris di berbagai negara yang melayani para pekerja maritim tanpa memandang bangsa, agama, maupun latar belakang mereka.*
Artikel Terkait

Stella Maris Batam Gelar Sharing Session Keprotokoleran, Bekali Relawan dan Pengurus dengan Tata Kelola Acara yang Profesional

Gereja Dipanggil Menjadi “Jembatan Kasih” bagi Dunia Maritim, Tegas RP Marius Rewa, CS

Christopher Nugroho: Industri Maritim Harus Membangun Manusia, Bukan Sekadar Kapal
